Mesir ungkapkan usulan negara Israel ke organisasi Hamas perihal gencatan senjata sementara

Kairo – Mesir pada Hari Senin (14/4) menyampaikan usulan negara Israel terhadap gerakan Hamas tentang gencatan senjata sementara ke Jalur Daerah Gaza lalu dimulainya pembicaraan untuk mencapai gencatan senjata permanen, menurut laporan media.
Tanpa mengungkap sumbernya, Cairo News melaporkan bahwa Mesir sekarang sedang mengantisipasi tanggapan Hamas.
Kelompok perlawanan Palestina itu mengumumkan bahwa pemimpin mereka itu sedang meninjau usulan tanah Israel itu lalu akan segera memberikan tanggapan.
Perkembangan ini muncul pasca organisasi Hamas pada Hari Sabtu setelah itu mengungkapkan bahwa delegasi yang tersebut dipimpin pejabat senior Khalil Al-Hayya telah dilakukan berangkat ke Kairo untuk bertemu para mediator Mesir dan juga Qatar guna memacu tercapainya kesepakatan untuk menghentikan serangan negara Israel di dalam Gaza.
Pemimpin negara Israel Benjamin Netanyahu menyatakan negosiasi intensif sedang berlangsung untuk membebaskan sandera yang digunakan masih ditahan organisasi Hamas dalam Gaza.
Pernyataannya itu muncul di dalam sedang meningkatnya tekanan rakyat negara Israel setelahnya ia membatalkan kesepakatan gencatan senjata serta melanjutkan peperangan pada Gaza, menurut pernyataan dari kantornya seperti dilaporkan oleh media setempat.
Hamas menyatakan mereka itu siap menerima usulan yang dimaksud meyakinkan gencatan senjata secara permanen, evakuasi penuh pasukan tanah Israel dari Gaza, diakhirinya penderitaan rakyat Palestina, juga kesepakatan pertukaran tahanan yang digunakan direalisasikan secara serius.
Israel memperkirakan masih ada 59 sandera pada Gaza, 24 ke antaranya diyakini masih hidup.
Sementara itu, tambahan dari 9.500 warga Palestina masih ditahan di penjara-penjara Israel. Mereka mengalami penyiksaan, kelaparan, lalu pengabaian medis yang mana sudah pernah menyebabkan banyak kematian, menurut laporan media kemudian lembaga HAM Palestina dan juga Israel.
Media negara Israel pada Awal Minggu melaporkan adanya kemajuan pada negosiasi gencatan senjata dengan Hamas, tetapi pembicaraan tentang pertukaran tahanan sebelumnya banyak gagal akibat Netanyahu menolak untuk mengakhiri genosida dalam Gaza.
Mesir, Qatar kemudian Negeri Paman Sam menjadi perantara di kesepakatan gencatan senjata bertahap antara negeri Israel kemudian kelompok Hamas pada Januari lalu, yang digunakan kemudian dilanggar oleh negara Israel secara sepihak pasca melanjutkan pertempuran pada 18 Maret.
Netanyahu mengabaikan fase kedua kesepakatan itu oleh sebab itu tekanan dari faksi sayap kanan pada pemerintahannya, menurut laporan media Israel.
Sejak Oktober 2023, serangan-serangan brutal negeri Israel dalam Jalur Kawasan Gaza telah dilakukan merenggut nyawa hampir 51.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan juga anak-anak.
Sumber: Anadolu
Bayi-bayi ke Kawasan Gaza kelaparan akibat blokade bantuan terus berlanjut
Artikel ini disadur dari Mesir sampaikan usulan Israel ke Hamas soal gencatan senjata sementara






