Pendiri Roblox hingga YouTuber Amerika Serikat Tertarik Beli TikTok, Siapkan Lebih Rp325 Billion

JAKARTA – Sekelompok pemodal Amerika berlomba-lomba untuk membeli TikTok dengan dukungan dari YouTuber papan melawan MrBeast telah dilakukan menyiapkan lebih lanjut dari USD20 miliar atau Rp325 triliun untuk penawaran mereka, menurut Jesse Tinsley, pengusaha perusahaan teknologi yang tersebut mengorganisir penawaran tersebut.
“Kelompok ini juga telah dilakukan merekrut dua ketua eksekutif teknologi tambahan sebagai investor, termasuk salah satu pendiri dan juga Chief Executive Officer Roblox Corp David Baszucki kemudian salah satu pendiri dan juga direktur utama Anchorage Digital Nathan McCauley,” kata Tinsley pada sebuah wawancara dalam Bloomberg Television disitir Kamis (30/1/2025).
Juru bicara Anchorage Digital mengkonfirmasi partisipasi McCauley, sementara Roblox tidaklah memberikan komentar langsung. Tinsley, pendiri Employer.com mengungkapkan penawaran kelompoknya secara signifikan tambahan tinggi daripada penawaran sekitar USD20 miliar dari pembeli saingannya, sebuah referensi yang dimaksud kemungkinan besar mengacu pada penawaran Project Liberty yang tersebut diselenggarakan oleh mantan pemilik Los Angeles Dodgers, Frank McCourt, kemudian tokoh “Shark Tank” Kevin O’Leary. Mereka memperkirakan dibutuhkan dana sebesar USD25 miliar untuk membeli aplikasi mobile tersebut.
Masih belum jelas apakah Tinsley lalu kelompok investornya akan menjadi pesaing kritis pada negosiasi yang digunakan akan berlangsung secara kompetitif lalu tumbuh pesat. Tinsley menyatakan bahwa kelompoknya belum melakukan kontak segera dengan perusahaan induk TikTok di tempat China, ByteDance Ltd, yang dimaksud bersikukuh bahwa bidang usaha TikTok dalam Amerika Serikat tidak ada akan dijual. “Kami belum mendengar kabar secara langsung,” kata Tinsley.
Sejak Presiden Donald Trump melakukan penandatanganan perintah eksekutif untuk menunda selama 75 hari pemberlakuan undang-undang yang akan melarang TikTok kecuali apabila ByteDance melakukan divestasi, ia telah terjadi mengajukan berbagai pembeli serta proposal yang mana bertujuan untuk menjaga TikTok tetap saja berjalan di dalam AS.
Tidak diketahui apakah ByteDance lalu pemerintah China mempertimbangkan tawaran dari Tinsley lalu McCourt sebagai jalan yang digunakan layak untuk maju. Namun, ada lebih banyak banyak keterbukaan untuk menegosiasikan kesepakatan lantaran ByteDance telah dilakukan kehabisan opsi hukum untuk menyelamatkan TikTok pada Negeri Paman Sam juga fakta bahwa program ini dapat menjadi alat tawar-menawar kuat di konflik dagang AS-China yang lebih lanjut luas, di dalam mana Trump mengancam akan mengenakan tarif yang dimaksud tambahan berat terhadap China.






