Intip Kesempatan dan juga Kemungkinan Sektor Bisnis Syariah pada 10 Tahun Terakhir

Jakarta – Prestasi perekonomian syariah di Indonesia menduduki peringkat ketiga setelahnya Negara Malaysia serta Arab Saudi. Temuan ini berdasarkan laporan The Global Islamic Economy Indicator di State of Global Islamic Economy (SGIE) 2023 yang digunakan diperkenalkan oleh Dinar Standard pada Dubai, Uni Emirat Arab.
Di samping itu, kinerja perekonomian syariah nasional mencatatkan prestasi gemilang. BI mencatat, pembiayaan perbankan syariah di dalam Indonesi meningkat sebesar 14,07% secara tahunan (year on year/yoy) pada Mei 2024. Pertumbuhan ini lebih lanjut besar dibandingkan dengan pembiayaan konvensional yang dimaksud berkembang 12,15% secara yoy.
Sektor perekonomian juga keuangan syariah pun diprediksi akan mengalami peningkatan juga bermetamorfosis menjadi penopang utama sektor ekonomi nasional pada beberapa tahun mendatang. Pertumbuhan ini ditopang oleh beberapa subsektor unggulan yang tersebut masuk kategori halal value chain (HVC), seperti sektor pertanian, makanan juga minuman halal, fesyen muslim, serta pariwisata ramah muslim.
Sektor itu berkontribusi hampir 23% terhadap perekonomian nasional, dengan sektor pertanian serta makanan minuman halal berubah menjadi penyumbang terbesar, dihadiri oleh oleh pariwisata ramah muslim (PRM) kemudian fesyen muslim.
Dalam menilik kemungkinan perkembangan perekonomian syariah, CNBC Indonesi mengatur Sharia Economic Pertemuan dengan tema “Ekonomi Syariah 10 Tahun Terakhir” pada Selasa, 10 September 2024, pukul 12.30-13.30 Waktu Indonesia Barat juga Jumat, 20 September 2024 pukul 12:30-13:00 WIB.
Adapun acara ini terbagi ke pada dua panel diskusi serta turut hadir Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan, Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Dian Ediana Rae yang dimaksud akan memberikan keynote speech.
Selain itu ada juga beberapa panelist diantaranya Dewan Pengurus Harian AASI Ary Wibowo, Direktur Claim and Distributor Zurich Syariah Auralusia Rimadiana. Jangan lewatkan juga dialog pada Hari Jumat 20 September bersama, Iskandar Ezzahudin Presiden Direktur Prudential Syariah.
Jangan lewatkan Sharia Economic Pertemuan secara live pada CNBC TV lalu CNBC Indonesia. Acara ini didukung oleh PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) juga pantau terus cnbcindonesia.com juga CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar sektor ekonomi juga bisnis.
Next Article Live Now! OJK Hingga Sektor Keuangan Buka-Bukaan Kans Kondisi Keuangan Syariah RI
Artikel ini disadur dari Intip Peluang dan Potensi Ekonomi Syariah dalam 10 Tahun Terakhir






