Gunakan Teleskop James Webb, NASA Tangkap Keajaiban Tuhan

LONDON – Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA yang canggih telah terjadi menangkap aktivitas aurora yang tersebut terang pada Neptunus dan juga gambarnya menawan. Fenomena ini diklaim merupakan Kejaiban Tuhan yang dimaksud sangat indah dah bisa saja ditandingi.
Ini menandai pertama kalinya aurora yang telah lama lama dicari-cari terlihat di dalam Neptunus. Aurora terjadi ketika partikel-partikel berenergi yang dimaksud biasanya berasal dari Matahari terperangkap pada medan daya tarik sebuah planet sebelum menghantam atmosfer bagian atas.
Cahaya khas itu terjadi akibat energi yang digunakan dilepaskan selama tabrakan dengan atmosfer bagian atas.
Para astronom telah lama mengawasi tanda-tanda aktivitas aurora yang mana memikat di area planet yang tersebut merupakan planet kedelapan serta terjauh dari Matahari.
Meskipun berhasil mendeteksi aurora pada Jupiter, Saturnus, kemudian Uranus, para astronom telah terjadi lama berjuang untuk mengambil gambar lalu mengonfirmasi aurora di area Neptunus. Hal itu tetap saja menjadi mata rantai yang digunakan hilang pada teka-teki pendeteksian aurora pada planet-planet raksasa di tempat tata surya kita.
Ternyata, pencitraan aktivitas aurora dalam Neptunus belaka kemungkinan besar dilaksanakan dengan sensitivitas inframerah dekat Webb,” kata Henrik Melin dari Universitas Northumbria. Melin adalah penulis utama studi ini serta melakukan penelitian yang dimaksud pada waktu berada di area Universitas Leicester.
“Sungguh menakjubkan bukan hanya saja mengamati aurora, tetapi detail dan juga kejelasan tanda-tandanya benar-benar mengejutkan saya.”
Citra warna Neptunus yang dimaksud disempurnakan dari Teleskop Luar Angkasa Hubble NASA (kiri) kemudian citra dalam sebelah kanan digabungkan dengan data dari Teleskop Luar Angkasa James Webb NASA NASA, ESA, CSA, STScI, Heidi Hammel (AURA), Henrik Melin (Universitas Northumbria), Leigh Fletcher (Universitas Leicester), Stefanie Milam (NASA-GSFC)
Pada bulan Juni 2023, data dikumpulkan menggunakan Spektrograf Inframerah Dekat Webb. Di samping gambar Neptunus, para astronom memperoleh spektrum untuk mempelajari atmosfer bagian menghadapi planet yang dimaksud (dikenal sebagai ionosfer), dengan fokus pada komposisi juga suhunya.






