Mampukah Eropa Melawan Rusia Tanpa Pendukung AS? Hal ini Analisisnya

LONDON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah dilakukan mengisyaratkan tidaklah akan mengerahkan pasukan ke Kyiv untuk membantu peperangan negeri Ukraina melawan Rusia.
Dia ingin pertempuran segera diakhiri oleh sebab itu sudah ada menyedot berbagai uang Amerika yang dimaksud dialirkan ke Kyiv sebagai “bantuan” militer.
Berbeda halnya dengan negara-negara NATO di dalam Eropa yang digunakan masih ingin mengerahkan pasukan ke Ukraina—meskipun dengan dalih sebagai pasukan penjaga perdamaian. Rusia menentang rencana negara-negara Eropa tersebut, mengancam menjadikannya sebagai target perang.
Lantas, mampukah Eropa melawan Rusia pada pertempuran di dalam tanah Ukraina tanpa dukungan Amerika?
Presiden Trump mengungkapkan beliau percaya dengan kemampuan angkatan bersenjata Inggris daripada beberapa jenderal London—atau, di hal ini, sejumlah pensiunan petinggi militer Inggris.
Ketika ditanya pada konferensi persnya dengan Pertama Menteri Inggris Keir Starmer dalam Gedung Putih baru-baru ini tentang jaminan keamanan Amerika Serikat untuk Ukraina, Trump berkata: “Inggris miliki tentara yang digunakan luar biasa, militer yang digunakan luar biasa serta mereka dapat mengurus diri sendiri.”
Namun, presiden Amerika Serikat itu membiarkan pertanyaan menggantung mengenai apakah militer Inggris dapat melawan Rusia.
Di depan umum, perwira senior militer Negeri Paman Sam dengan cepat memuji profesionalisme angkatan bersenjata Inggris. Namun secara pribadi, dia kerap kali sangat kritis terhadap pemotongan jumlah keseluruhan personel merek baru-baru ini, khususnya pada Angkatan Darat Inggris, yang dimaksud sekarang mempunyai lebih banyak dari 70.000 tentara reguler.
“Terlalu kecil” adalah apa yang tersebut dikatakan pribadi jenderal Negeri Paman Sam yang tersebut sangat senior di pengarahan pribadi pada waktu berkunjung ke Inggris.






