Trump Bakal Tampar China dengan Tarif, Eropa Ikut Ketar-ketir

JAKARTA – Emmanuel Macron menyampaikan peringatan serius keras ke Brussels bahwa Eropa perlu mempersiapkan diri dengan cepat untuk menghadapi pertempuran dagang baru yang tersebut akan segera terjadi dengan Donald Trump.
Dalam sebuah percakapan selama satu jam pada Collège de France yang digunakan bergengsi pada Paris, mantan kepala Bank Sentral Italia kemudian presiden Prancis ini mendesak Uni Eropa untuk berdiri di tempat berhadapan dengan kedua kakinya sendiri untuk menghindari menjadi korban konflik dagang antara Negeri Paman Sam lalu China yang mana tampaknya akan meledak di beberapa bulan mendatang.
Trump berjanji untuk menurunkan defisit Amerika yang digunakan menguap dengan mengerek bea masuk sebesar 10% hingga 20% untuk semua impor juga 60% untuk impor dari China. Ini adalah adalah kebijakan yang digunakan berisiko memicu kekacauan perdagangan yang mana lebih tinggi besar dibandingkan masa kepresidenan yang dimaksud pertama.
“Dengan tembok tarif, jikalau Anda adalah teman, Anda masuk. Jika Anda bukanlah teman, Anda keluar. Dan saya akan menilai apakah Anda ingin menjadi teman,” kata Macron diambil dari Politico, Kamis (14/11/2024).
“Trump akan menekan Eropa untuk memilih sisi antara Negeri Paman Sam dan juga China juga bahwa pada hal apa pun akan ada lebih banyak banyak tarif.”
Para pakar perdagangan dan juga pengamat lainnya terpecah mengenai apakah Amerika Serikat berniat untuk memainkan permainan adu domba dengan menggunakan ancaman tarif atau melaksanakan inisiatif isolasi sektor ekonomi yang dimaksud sangat jauh lebih lanjut pada melalui tarif universal untuk melindungi lapangan kerja Amerika.






