Kate Middleton Pakai Aksesori Rp80 Juta yang Identik dengan Nazi

JAKARTA – Untuk acara tertentu, Kate Middleton menggunakan berbusana spesial. Putri Wales tidak ada semata-mata meyakinkan bahwa beliau mengenakan alas kaki yang digunakan pantas dan juga pakaian elegan yang digunakan mematuhi aturan kerajaan, juga secara teratur memberikan penghormatan terhadap tuan rumah atau acara tersebut.
Itu kemungkinan besar berarti mengenakan warna negara untuk tur kerajaan, atau yang terbaru, mengenakan desainer Yahudi untuk acaranya untuk memperingati Hari Peringatan Holocaust. Namun, aksesori yang dimaksud dikenakan Kate Middleton seharga 4.000 Pounds atau sekira Rp80 jt sudah pernah menjadi kontroversi. Tapi, ternyata bukanlah harganya yang tersebut fantasis, melainkan merek dari gaya fashion yang dikenakannya.
Dikutip Hellomagazine, awalnya, Kate lalu Pangeran William hadir dalam sebuah resepsi yang diadakan untuk 50 penyintas Holocaust di dalam Guildhall di area London pada peringatan keras 80 tahun pembebasan Auschwitz-Birkenau.
Celana flare hitam Roland Mouret, jumper kasmir Boden hitam, dan juga mantel Catherine Walker yang mana cerdas melengkapi pakaiannya yang tersebut muram, yang tersebut dilengkapi dengan tas Chanel Mini Flap, yang dijual seharga 4.080 Pounds atau sekira Rp80 Juta.
Putri Kate sebelumnya mengenakan blazer Chanel vintage. Ia rutin mengenakan merek yang disebutkan – yang pada waktu ini dikenal dengan fesyen kemudian wewangian mewah – ke acara-acara lain seperti pengaktifan kembali Galeri Potret Nasional pada 2023, di area mana ia memadukan gaun Potret Diri hitam kemudian putih dengan tas tangan Chanel yang cantik, serta Perayaan Ulang Tahun ke-10 Coach Core, di tempat mana ia menjadi model jaket wol biru vintage 1995 karya Chanel.

Namun, para penggemar terbagi pendapatnya dengan penampilan terbaru Kate, beberapa orang menyatakan bahwa mengenakan Chanel untuk acara khusus ini tidaklah ideal mengingat konotasi masa lalu merek yang dimaksud dengan Nazi Jerman. Sementara, yang lain membela pilihannya berdasarkan pemiliknya ketika ini.
Seorang pengguna X menggambarkan langkah Kate sebagai “kurangnya kesadaran diri”. Sementara yang dimaksud lain membalas. “Merek yang disebutkan telah terjadi dimiliki oleh keluarga Yahudi selama lebih lanjut dari satu abad. Dia adalah Ratu diplomasi busana.”
“Kate melengkapi penampilannya dengan mutiara yang mana menyentuh hati Kate juga mengenakan perhiasan yang tersebut menyentuh hati pada acara yang dimaksud pada hari Senin, termasuk kalung mutiara berlapis dari merek milik Yahudi Susan Caplan,” tulis netizen.
Sejarah Chanel
Cerita bermula ketika hukum Nazi mencoba merebut kembali kendali Parfums Chanel setelahnya pelaku bisnis Prancis Pierre Wertheimer mengambil 70 persen saham untuk memperluas Chanel No. 5 di tempat bursa Amerika pada 1924.
Sebanyak 20 persen saham jatuh ke tangan pendiri toko serba ada Paris Galeries Lafayette, Theophile Bader, yang dimaksud berencana menjadi tempat pertama yang dimaksud menawarkan parfum yang dimaksud untuk publik umum, sehingga Coco Chanel hanya saja memperoleh 10 persen.
Gabrielle ‘Coco’ Chanel menggunakan hukum Nazi untuk mencoba merebut kembali kendali perusahaannya pada Perang Global Kedua. Karena jelas bukan puas dengan kesepakatan tersebut, Coco Chanel sudah pernah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba merebut kembali kendali penuh.






