Siapa Sanggup Stop Monster KO Naoya Inoue yang mana Tak Terkalahkan?

Siapa sanggup menaklukkan sang Monster KO Naoya Inoue yang belum terkalahkan? Belum lama ini, Naoya Inoue (29-0,26 KO) hanyalah manusia petarung yang mana akan datang sebelum ia dikenal luas sebagai ”Sang Monster”.
Terlepas dari berat badannya yang mana kecil di area kelas terbang ringan 48,9 kg, ia dengan cepat, dengan hanya saja sedikit pertarungan, mendapatkan pengakuan di tempat forum-forum tinju berhadapan dengan kekuatannya yang mana dahsyat. Banyak penggemar di tempat forum tinju bertanya pada diri merekan sendiri, ”Bagaimana petarung sekecil itu sanggup miliki kekuatan dahsyat seperti ini! Sungguh pemandangan yang digunakan harus dilihat, dengan pukulan keras yang mampu Anda rasakan melalui layar yang tersebut menciptakan lawannya secara fisik meringis kesakitan pada skenario terbaik.”
Dalam perkara terburuk, merekan berakhir dengan wajah tertelungkup pada menghadapi kanvas, merasa seperti baru hanya ditabrak kereta api. Semua ini terjadi di divisi yang bahkan tidaklah dikenal sebab kekuatan para petarungnya. Diskusi demi diskusi akan merajalela tentang siapa petarung Negeri Matahari Terbit bertubuh kecil ini.
Dia memukul semua orang yang dimaksud yang dihadapi dengan tongkat bisbol seolah-olah dia mempunyai utang yang mana harus dibayar. Inoue ada di dalam sana untuk menagihnya dengan cara apa pun, tetapi tidaklah tanpa mengakibatkan rasa sakit yang mana parah terlebih dahulu. Mereka mengatakan olahraga seperti tinju sebagai “bisnis yang tersebut menyakitkan,” kemudian Naoya Inoue adalah perwujudan dari hal tersebut.
Namun, kekuatan bukanlah satu-satunya atributnya. Menyelidiki berbagai komentar yang digunakan dibuat tentang dirinya oleh pengamat yang tersebut berbeda, Anda bisa jadi menyatakan bahwa beliau sebelumnya digambarkan memiliki hampir semua atribut yang digunakan kemungkinan besar dimiliki oleh manusia petinju. Dari kecepatannya yang luar biasa hingga keakuratannya yang luar biasa lalu tekniknya yang digunakan sempurna, terlepas dari kekuatannya yang dahsyat.
Para penggemar tinju di area berbagai forum akan menulis puisi tentang ‘superstar yang sedang pada proses’ yang digunakan sudah pernah dirayakan oleh sejumlah orang sebagai ‘talenta generasi’ ini. Bisa dibilang, masa depan Inoue sudah ditentukan, dengan mengakibatkan pulang penghargaan juara dunia WBC di area divisi kelas terbang pada pertarungan keenamnya pada waktu mengalahkan Adrian Hernandez.
Sebelum pertarungannya melawan legenda hidup Nonito Donaire di tempat kelas bantam, Inoue relatif tiada dikenal di skema besar tinju. Kelas-kelas yang tersebut lebih tinggi ringan tak mendapat perhatian sebanyak divisi lain pada olahraga ini. Seperti biasa, ketika Inoue vs Donaire diumumkan, kolom komentar di tempat media sosial berbondong-bondong berisi “Siapa? Tidak pernah mendengar tentang orang ini,” kemudian tambahan mengejek lagi, “Siapa dia!”
Para pengikut lama kariernya pun membela dirinya, mengklaim bahwa Inoue memiliki lebih lanjut dari cukup atribut yang mana diperlukan untuk mengalahkan legenda yang dimaksud mulai memudar seperti Donaire, namun masih semata ada yang tersebut meragukannya. Hasilnya adalah pertarungan yang mana luar biasa juga menggembirakan.
Laga ini menguji Inoue dengan cara yang tersebut belum pernah ia alami sebelumnya. Itu adalah sebuah pertarungan yang mana sangat keras, dimana tulang orbital Inoue patah pada ronde kedua. Pertarungan ini dianugerahi sebagai Laga Terbaik Tahun 2019 oleh majalah Ring. Bagaimanapun juga, ia menghadapi pribadi legenda hidup pada diri Donaire.






