Meghan Markle Makin Sibuk Bisnis, Pangeran Harry Frustasi dan juga Menyesal

JAKARTA – Pangeran Harry dikatakan sedang berjuang mengatasi rasa frustrasi yang mana semakin besar pada pernikahannya dengan Meghan Markle oleh sebab itu prakiraan seputar prospek perpisahan mereka yang terus mendominasi berita utama.
Menurut RadarOnline, banyak sumber mengungkapkan Duke of Sussex merasa dikesampingkan sementara Meghan fokus pada usaha profesionalnya, termasuk serial Netflix mendatangnya With Love, Meghan juga perniagaan podcast baru.
Meski Pangeran Harry juga Meghan Markle berupaya untuk menunjukkan kebersamaan, orang di mengklaim Harry semakin terganggu oleh rumor yang disebutkan kemudian sangat ingin Meghan memprioritaskan hubungan mereka.
Seorang orang pada melaporkan bahwa Harry sangat terpengaruh oleh perkiraan terus-menerus tentang keadaan pernikahannya. Meskipun awalnya ia memperkuat gagasan Meghan untuk mengejar proyek independen, ia sekarang merasa jarak di tempat antara merekan semakin lebar.
“Harry jarak jauh lebih tinggi bergantung pada Meghan daripada yang mana orang kira, dan juga beliau perlu tahu bahwa Meghan ada di tempat pihaknya juga mendukungnya,” ungkap seseorang sumber.
“Dia kemungkinan besar setuju untuk membagi fokus mereka itu agar dapat menyelesaikan lebih besar banyak hal, tetapi sekarang ia menyesalinya. Bukan belaka akibat ia merindukan Meghan pada waktu bepergian, tetapi juga akibat cerita terus-menerus bahwa mereka putus. Dia mencoba menertawakannya, tetapi itu membuatnya kesal lalu membuatnya lelah,” tutur sumber itu.
Satu hal utama yang tersebut diperdebatkan muncul ketika rumor muncul bahwa Meghan telah dilakukan berdiskusi dengan penerbit tentang buku potensial yang merinci kehidupannya setelahnya perceraian. Meski Markle kemudian perwakilannya membantah klaim ini, penyebutan proyek semacam itu memproduksi Harry gelisah.
“Seluruh situasi buku perceraian ini membuatnya semakin marah. Dia marah sebab orang-orang diberi lebih lanjut banyak amunisi untuk bergosip tentang pernikahan mereka. Bahwa hal itu harus dibahas sungguh memalukan,” ujarnya.






