Profil serta Kekayaan Ira Puspadewi, Mantan Dirut ASDP yang tersebut Terjerat Kasus Korupsi

JAKARTA – Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspitadewi diduga terjerat persoalan hukum korupsi terkait proses kerja sejenis usaha lalu perolehan PT Jembatan Nusantara. Kasus korupsi ini sebenarnya sudah ada mencuat sejak Agustus 2024 lalu.
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tessa Mahardhika mengatakan, telah lama menetapkan dituduh tindakan hukum dugaan korupsi proses kerja mirip bisnis lalu pembelian PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP periode 2019-2022.
Terdapat 3 dituduh merupakan pelaksana negara juga satu orang lainnya berasal dari pihak swasta. Tiga orang dari pelaksana negara berasal dari PT ASDP Indonesia Ferry.
Mereka yakni Dirut PT ASDP Indonesia Ferry tahun 2017-2024 Ira Puspadewi, Direktur Perencanaan juga Pengembangunan PT ASDP Indonesia Ferry tahun 2020-2024 Harry Muhammad Adhi Caksono, serta Direktur Komersial juga Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry tahun 2019-2024 Muhammad Yusuf Adi.
Baru-baru ini mereka sudah ada mengenakan rompi berwarna oranye untuk menjalani proses tahanan selama 20 hari. KPK menyatakan terdapat kerugian negara mencapai Rp893 miliar berhadapan dengan kegiatan perolehan tersebut.
Profil Ira Puspadewi
Ira yang tersebut berasal dari Malang, Jawa Timur ini merupakan alumni S1 Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya yang lulus tahun 1990.
Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikannya di dalam Asian Institut of Management Filipina kemudian berhasil meraih peringkat kategori master Development Management.
Ira juga melanjutkan institusi belajar Doktoral di dalam Fakultas Perekonomian kemudian Bisnis Universitas Indonesia tahun 2011. Hingga akhirnya meraih penghargaan Doktor Filsafat tahun 2018.
Dia tercatat pernah bekerja sebagai Direktur Global Initiative Daerah Asia pada perusahaan busana GAP kemudian Banana Republic dengan syarat Amerika Serikat untuk Lokal Asia yang membawahi 7 negara sejak 2006.
Setelah berkarier selama lebih lanjut dari 17 tahun di tempat perusahaan Amerika, beliau bertemu Menteri BUMN Dahlan Iskan pada sebuah acara dalam China tahun 2014.






