Prediksi Poin Ranking FIFA Timnas Indonesia vs Bahrain di dalam Kualifikasi Piala Bumi 2026

Timnas Indonesia berpeluang meraih tambahan poin signifikan pada ranking FIFA apabila mampu mengalahkan Bahrain pada laga Kualifikasi Piala Planet 2026. Duel yang tersebut akan berlangsung di tempat Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa (25/3/2025) pukul 20.45 Waktu Indonesia Barat ini menjadi kesempatan emas bagi skuad Garuda untuk memperbaiki peringkatnya pada kancah internasional.
Setelah kekalahan telak 1-5 dari Australia, Timnas Indonesia ketika ini memiliki koleksi 1.126,26 poin pada ranking FIFA. Sementara itu, Bahrain, yang digunakan pada waktu ini berada dalam sikap 81 dunia, mengantongi 1.302,60 poin.
Berdasarkan perhitungan, kemenangan melawan Bahrain akan memberikan tambahan 16,57 poin bagi Timnas Indonesia. Jika berhasil meraih hasil maksimal, total poin Indonesia akan menjadi 1.142,83. Dengan jumlah keseluruhan ini, Indonesia berpotensi naik beberapa peringkat serta bahkan berpeluang melampaui Estonia yang mana pada waktu ini berada dalam peringkat 123 dengan 1.142,53 poin. Namun, kenaikan peringkat juga bergantung pada hasil pertandingan tim-tim lain yang berada di dalam sekitar tempat Indonesia di ranking FIFA.
Jika pertandingan berakhir imbang, Indonesia masih mendapatkan tambahan 4,07 poin, sehingga totalnya menjadi 1.130,33 poin. Sementara itu, kekalahan dari Bahrain akan memproduksi Timnas Indonesia kehilangan 8,43 poin, yang tersebut akan menurunkan jumlah total totalnya menjadi 1.117,83 poin.
Prediksi Perolehan Poin FIFA Timnas Indonesia vs Bahrain:
Menang: +16,57 poin → Total: 1.142,83 poin
Imbang: +4,07 poin → Total: 1.130,33 poin
Kalah: -8,43 poin → Total: 1.117,83 poin
Laga melawan Bahrain akan menjadi ujian krusial bagi skuad asuhan Shin Tae-yong di menjaga potensi lolos ke sesi berikutnya Kualifikasi Piala Bumi 2026. Selain itu, kemenangan juga akan semakin menguatkan sikap Timnas Indonesia dalam ranking FIFA dan juga meningkatkan kepercayaan diri para pemain untuk menghadapi tantangan yang digunakan lebih lanjut besar di area level internasional.






