Jejak Pembangunan IKN Nusantara di area 10 Tahun Pemerintahan Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengumumkan pemindahan ibu kota ke Ibu Pusat Kota Nusantara ( IKN ) bukanlah keputusannya sendiri, melainkan kemauan rakyat melalui DPR. Menurutnya, rencana ini disetujui oleh 93% duta rakyat.
Selain itu Menurut Presiden Jokowi, penggagas kepindahan ibu kota negara adalah Presiden Soekarno lalu Soeharto. Proses pemindahan Ibu Pusat Kota Negara dari Ibukota Indonesia ke Kalimantan Timur (Kaltim), tepatnya dalam Wilayah Penajam Paser Utara akan diadakan beberapa tahap, dimana untuk pembangunan fisik seperti infrastruktur dasar sudah ada dimulai sejak 2022, lalu.
“Sehingga betul Bung Karno tahun 60-an itu sudah ada menggagas untuk kepindahan ibu kota. Pak Harto juga menggagas kepindahan ibu kota. Kalau saya itu hanya saja mengeksekusi,” kata Jokowi.
Jokowi pun sudah ada memerintahkan Bappenas untuk meninjau gagasan Bung Karno mengenai perpindahan ibu kota sejak 2014.
“Jadi gagasan itu sudah ada gagasan panjang, sudah ada lama. Kemudian kita cek lagi ketika itu setelahnya dilantik 2014 saya memerintahkan untuk Bappenas untuk dilihat lagi gagasan-gagasan mengenai ibu kota baru sejak jaman Bung Karno dilihat,” kata Jokowi.
Setelah melalui beberapa studi, akhirnya terpilih beberapa tempat untuk dijadikan sebagai ibu kota. Pada akhirnya disepakati bahwa wilayah Penajem Paser Utara Kalimantan Timur dipilih untuk dibangun sebagai ibu kota negara.
“Dulu bung Karno kenapa memutuskan Palangkaraya coba dicek dan juga setelahnya melalui beberapa studi diputuskan ada tiga kandidat calon ibu kota baru Indonesia. Yang pertama Palangkaraya, yang mana kedua pada Kalimantan Selatan yang digunakan ketiga di area Kalimantan Timur kemudian tambah satu ada dalam Sulawesi di tempat Mamuju,” kata Jokowi.
“Didetailkan lagi kemudian saya cek di tempat lapangan enggak sekali dua kali tiga kali. Kemudian bismillah saya mengambil keputusan di dalam penajem Paser Utara Kalimantan Timur,” tandasnya.
Master Plan dan juga Urban Design IKN
IKN dirancang sebagai representasi identitas bangsa yang tersebut digambarkan melalui Monumental Building, Museum kemudian Cultural Exhibition Area. Visi IKN adalah smart, green, beautiful serta sustainable. Perkotaan Modern lalu berstandar internasional juga tata kelola pemerintah yang dimaksud efisien lalu efektif.
Konsep pembangunannya forest city, minimal 50% dari total luar area kota. Prinsip IKN adalah intelligent city serta city in a garden. Sistem transportasinya tentu terintegrasi antara motorized dan juga non-motorizedtransport.
Bangun IKN Butuh Rp466 Triliun
Proyek IKN dalam Kaltim membutuhkan anggaran sekira Rp466 triliun. Oleh sebab itu, pengerjaan pembangunan IKN tiada cuma mengandalkan Anggaran Pendapatan dan juga Belanja Negara (APBN).






