Bahaya! Bot obrolan Artificial Intelligence Telegram Ditemukan Bisa Membuat Gambar Telanjang

JAKARTA – Dalam penyelidikan baru, ditemukan bahwa jutaan pengguna menggunakan chatbot bertenaga Artificial Intelligence di area Telegram untuk menimbulkan gamba r telanjang kemudian eksplisit orang sungguhan.
Pengguna diizinkan oleh bot untuk mengubah foto dengan beberapa klik juga menyebabkan foto palsu yang tersebut menghilangkan pakaian dari gambar atau menciptakan aktivitas seksual, menurut laporan yang diterbitkan oleh Wired.
Seperti dilansir dari Wion News, laporan lebih tinggi lanjut menyatakan bahwa chatbot ini sudah pernah digunakan oleh sebanyak empat jt pengguna setiap bulan untuk menghasilkan deepfake.
Kewaspadaan terhadap situasi ini disuarakan oleh para ahli seperti Henry Ajder yang digunakan mencatatkan bahwa bot semacam itu memunculkan risiko serius, khususnya bagi gadis juga wanita muda.
Ajder menemukan chatbot eksplisit ini empat tahun lalu pada wadah media sosial. Ia menekankan bahwa situasi ini “mengerikan” mengingat banyaknya orang yang digunakan bergerak menggunakannya.
“Sangat memprihatinkan bahwa alat-alat ini yang benar-benar menghancurkan keberadaan lalu menciptakan skenario yang digunakan sangat mengerikan teristimewa bagi gadis-gadis muda kemudian wanita — masih begitu mudah diakses juga ditemukan dalam web permukaan, di tempat salah satu perangkat lunak terbesar di tempat dunia,” jelasnya.
Telegram, yang tersebut dikenal khususnya untuk layanan terjemahan juga peringatan, telah dilakukan berubah menjadi pusat bot berbahaya tersebut.
Wired mengklaim bahwa ketika mereka menghubungi perusahaan tersebut, dia bukan menerima respons apa pun, namun bot yang dimaksud menghilang dari platform.
Menurut laporan, bot deepfake miliki kejelasan tentang apa yang tersebut harus merek lakukan. Nama serta deskripsi bot yang dimaksud jelas merujuk pada ketelanjangan lalu pelepasan pakaian wanita.






