Pangkas Jumlah BUMN Jadi 30, Erick Thohir Sebut Sesuai Harapan Prabowo

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan perampingan BUMN sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto . Pasalnya, Kepala Negara meminta-minta perlunya efisiensi jumlah keseluruhan perusahaan pelat merah.
Angka BUMN ketika ini mencapai 47 perusahaan dengan 12 kalster lalu akan dipangkas menjadi 30 perseroan dengan menyisakan 11 klaster.
“Yang diinginkan oleh Pak Prabowo yaitu bagaimana efisiensi itu harus dipangkas. Hampir 30 persen yang tersebut setiap saat disampaikan beliau serta kalau teman-teman media juga ingat dalam BUMN juga dari 114 jadi 47 itu juga efisiensi,” ujar Erick Thohir pada waktu ditemui di tempat Kementerian BUMN, hari terakhir pekan (8/11/2024).
Menjamurnya BUMN tak juga merta sanggup berkontrubusi terhadap peningkatan makro ekonomi, lantaran usaha juga keuangannya yang tersebut tertekan atau ‘sakit-sakitan’.
Dari 47 BUMN sebanyak 40 perusahaan dinyatakan sehat lalu tujuh lainnya ‘sakit-sakitan.’ Erick menyebut, 85% perseroan masih di kondisi membaik, sekalipun Kementerian BUMN bekerja tambahan keras lagi agar dapat menyehatkan tujuh perusahaan yang tersebut merugi.
“Tetapi dengan jumlah total BUMN yang dimaksud sekarang tinggal 47 membuktikan ini sehat. 40-nya sehat, tujuhnya masih restrukturisasi,” paparnya.
“Jadi ini yang kita akan follow up lalu saya rencana akan mengakumulasi semua direksi serta komisaris dalam waktu yang dimaksud tepat,” beber dia.
Adapun tujuh BUMN yang digunakan masih dinyatakan ‘sakit’ pada antaranya PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Bio Farma (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Perum Perumnas, serta Perum PNRI.






