Menko Airlangga Dorong Sinergi Inovatif Berkelanjutan pada waktu The World Governments Summit 2025

DUBAI – Memenuhi undangan Menteri Sektor Bisnis Persatuan Emirat Arab (PEA) Abdullah bin Touq Al Marri, Menteri Koordinator Lingkup Perekonomian Airlangga Hartarto hadir sebagai Panelis Kehormatan pada Diskusi Kondisi Keuangan pada rangkaian The World Governments Summit 2025 yang berlangsung dari tanggal 11-13 Februari 2025 di tempat Dubai, PEA.
Menko Airlangga berpartisipasi di pembukaan panel bertema “The Emergence of Multiple Economic Blocs,” yang dimaksud juga dihadiri oleh Menteri Perekonomian PEA Abdulla Bin Touq, Menteri Keuangan Turki Mehmet Simsek, dan juga Menteri Perekonomian kemudian Pembangunan Arab Saudi, Faisal F. Alibrahim.
The World Governments Summit 2025 merupakan pertemuan tahunan yang tersebut diselenggarakan sejak tahun 2013 pada Dubai, dengan tujuan untuk mengupayakan kolaborasi inovatif internasional pada rangka memajukan pemerintahan kemudian perkembangan dunia usaha global yang tersebut berkelanjutan .
Pertemuan ini juga menjadi pusat pertukaran wawasan antara pemimpin pemerintahan, pakar kebijakan, kemudian pemimpin sektor swasta terkemuka dunia untuk berdialog secara global dengan fokus pada isu-isu terkini, perubahan teknologi, tantangan global yang tersebut kritis dan juga kesempatan masa depan.
Dalam diskusi panel, Menko Airlangga mengkaji inisiatif munculnya blok sektor ekonomi baru seiring dengan meningkatnya tensi global dan juga implikasinya terhadap perdagangan, investasi, lalu stabilitas geopolitik. Blok kegiatan ekonomi regional seperti ASEAN berperan sebagai buffer yang vital untuk menjaga stabilitas ekonomi di tempat kawasan, pada berada dalam peperangan dagang Amerika Serikat serta China.
Menko Airlangga juga menyampaikan optimisme mengenai perkembangan perundingan Indonesia-Gulf Cooperation Council (GCC) FTA yang sedang berlangsung. Melalui kerja identik tersebut, Indonesia dapat merancang kolaborasi di sektor kritikal seperti energi, keuangan juga infrastruktur dengan negara-negara Teluk.
“Membangun kemitraan yang dimaksud baik dengan semua pihak merupakan prioritas Indonesia pada mewujudkan peningkatan ekonomi yang tersebut tangguh. Dengan sektor ekonomi yang tersebut mencapai USD1,4 Ribu Miliar dan juga populasi sekitar 280 jt jiwa, Indonesia sangat menyambut baik kerja identik dengan berbagai negara juga forum internasional seperti ASEAN, GCC, dan juga IPEF,” ujar Menko Airlangga.
Menko Airlangga menegaskan, bahwa kerja identik Indonesia dengan negara-negara Teluk (GCC) diharapkan dapat meningkatkan kekuatan tempat Indonesia pada perdagangan global, pembiayaan infrastruktur, kemudian kolaborasi teknologi, yang dimaksud sangat penting untuk mencapai target perkembangan Pendapatan Domestik Bruto Indonesia sebesar 8%.
Turut hadir mendampingi Menko Airlangga, Sekretaris Kementerian Koordinator Lingkup Perekonomian Susiwijono Moegiarso, dan juga Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Uni Emirat Arab Husin Bagis.






